Analisis SWOT

Analisis SWOT

ANALISIS SWOT

Penulis : Arti Yusdiarti, SP., MM.

 

Strategi yang baik tidak dilakukan berdasarkan insting semata, melainkan melalui interpretasi yang tajam terhadap peta kondisi. Analisis SWOT adalah suatu alat manajerial untuk mengeksplorasi dan mengetahui kondisi perusahaan dan kondisi lingkungan dimana perusahaan berada, baik secara makro maupun mikro. Analisis SWOT menghasikan peta kondisi perusahaan berdasarkan fakta dan pertimbangan berbagai pihak (baik dari manajerial maupun perwakilan stakeholders terkait). Peta kondisi ini akan menjadi landasan bagi perusahaan untuk menentukan strategi terbaik (optimal) untuk bertahan dalam kompetisi atau untuk memenangkan kompetisi di suatu industri.

Analisis  SWOT  secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Analisis Faktor Internal

Analisis faktor internal terdiri dari analisis kekuatan (strengths) dan analisis kelemahan (weaknesses). Dalam analisis ini, perusahaan harus dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang berdampak signifikan terhadap kemajuan perusahaan pada berbagai bidang. Bidang yang dimaksud misalnya bidang finansial, sumberdaya manusia, produksi, pemasaran,  manajerial, dan IT atau pencapaian perusahaan secara global. Perusahaan harus mengenali key success factors dalam industri dimana perusahaan berada, maupun key success factors perusahaan itu sendiri.

Data yang dapat dikumpulkan dapat berupa data primer maupun sekunder. Kualitatif maupun kuantitatif, terutama terkait indikator/target. Pengumpulan data diperlukan untuk menilai secara obyektif setiap komponen yang akan dianalisis. Pemahaman/interpretasi yang baik terhadap suatu data akan sangat berguna bagi pengambil kebijakan.

Pada tahap ini, biasanya perusahaan enggan mengakui adanya kelemahan yang berdampak signifikan bagi kemajuan perusahaan. Harus disadari, kemampuan perusahaan untuk legowo dalam menerima adanya kelemahan adalah suatu  langkah untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

  1. Analisis Faktor Eksternal

Analisis faktor eksternal terdiri atas analisis peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Pada analisis ini, perusahaan harus cermat mengamati adanya peluang yang dapat ditangkap baik dari lingkungan mikro maupun makro. Perubahan peta persaingan, kebijakan pemerintah, trend ekonomi dan pasar, trend politik dan aspek lainnya dapat menjadi peluang ataupun ancaman, ketidakjelian perusahaan dalam melihat kondisi eksternal dapat mengakibatkan perusahaan tertinggal jauh dalam kompetisi jika perusahaan tidak memprediksi/mengantisipasi sebelumnya. Disinilah fungsi perspektif stakeholders seperti pejabat pemerintah, ketua asosiasi, supplier,  konsumen bahkan pesaing, dapat memainkan peranan penting dalam memberikan gambaran kondisi eksternal.

Perusahaan juga dapat membandingkan posisinya dengan kompetitor dekatnya. Semakian akurat dalam mencari kompetitor dekat, semakin jelas strategi yang harus diambil perusahaan. Kesalahan dalam menentukan posisi dalam suatu industri akan mengarah ke kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Setelah analisis kondisi internal dan eksternal, perusahaan dapat mencari berbagai alternatif strategi yang dapat mengoptimalkan kekuatan dan peluang, namun meminimalisir kelemahan dan ancaman, sesuai dengan sumberdaya yang ada. 

Demikian uraian ini, semoga bermanfaat.

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar